Sabtu, 18 April 2015

Last Episode of The Earth [Part I]

Cities in the future
(http://imgbuddy.com/future-earth-cities.asp)

Here comes the day when earth turns into the greatest modern world, when science is misused by humans. A world they say that was plastic and fake, they have taken all the living things. A world without nature. No more living trees, they manufactured all of them. Each one is made in factory which can’t produce oxygen. They used machines to create the fake fresh air and water to survive, and they stepped on synthetic grass and sand, they also planted in their garden the fake roses and lilies without bees that blossom for forever. As for pets, they no longer kept living dogs or cats, but robots that use batteries and have no need to be fed. They liked live that way.
They build the high-rise buildings as high as the sky. Many factories stand all over the world, no wonder then, that the whole sea is contaminated by chemicals and trash. as for transportation, they didn’t need road anymore to run their cars, because today all cars are flying among buildings, and were used for going to church or the office. Sometimes they used a jet pack to take a little walk.
The last book has been burned many years ago, they don’t need books anymore. Only one single click on their small tablet to access all the knowledge they need. They said it’s like in paradise, they loved living that way. They thank God for all of this, the highest accomplishment of mankind. They worship God and also worship technology. Anyway, it was only yesterday when people found more evidence that life has been existing on Mars and Pluto.
“Hi, Dad! Have you read the news today?” said Zeta to his father.
“Hmm.. not yet. What is new?”
“It’s a summary of NAZA Expedition to Mars and Pluto. They found many artifacts there. What surprised me the most is the artifacts shown that there was modern life has ever existing on both planets! Their technology was similar to our latest technology!”
“And then? I didn’t get it, son.”
“I was just thinking that Prof. Gudmundur was right. He said all of these accomplishment, i mean our technology now, doesn’t mean good progress of mankind, but the opposite! It’s our regression! We all have failed to live a life! Prof. Gudmundur also said our planet will be in the same boat with Mars and Pluto. We need to escape, Dad!”
“Are you still talking to that man?! I told you many times, don’t you dare to have any relation with that old-insane-man!”
Space ship 
(http://phantagrafie.deviantart.com/art/)

      Professor Gudmundur is an 86 year old man. He was rejected from society because of his thoughts. He was the only one who still believed that the best way to live a life was to live alongside nature. No one listen to him, but Zeta the only young man who believe in prof. Gudmundur’s stories. He predicts that this world will be destroyed by unknown forces. That was why they are trying to build a space ship to escape when the day comes (they have build this ship for last three years).
“Prof, i have failed to persuade my Dad to join us.”
“It’s ok for now, you can ask him later. Let’s focus on our ship that’s almost finished, and you know what? I found another planet that supports life, it’s near enough to our planet, just 4.5 light years away.” said professor.
“I know it, It’s Centaurus constellation! It means Proxima Centauri will be our new sun! But, Prof... I don’t think we can make it. I can’t imagine how to really start a new life”
“Don’t be discouraged, Zeta. Don’t you remember how did life start on earth only from one ‘super-tiny’ single cell?”
“I do...”
“Then, just relax. I’ve got everything we need, boy.”
“Prof, there’s something i want to ask.”
“What is it, boy?”
“Are you sure that the earth will be ruined one day? What will ‘the unknown-force’ do with the earth?
“Hmm... Take the worst thing you can imagine, and imagine something a million times worse than that.”
“They will do that?!”
“No, they will do something even worse! Now forget about that, we must focus on our ship.”

*****
To be continued..................

Kamis, 19 Maret 2015

Jumat, 20 Februari 2015

[Review]: We Are All Africans (2)

...

sekarang di turki, fosil yang ditemukan berusia kurang lebih 50.000 sampai 40.000 tahun yang lalu melalu sungai denube. tantangan yang berbeda untuk kelompok ini, ternyata di eropa, lebih dulu sudah ada spesies yang mirip manusia juga, neandhertal (sepupu homo sapiens). beberapa tahun homo sapiens dan neandhertal hidup berdampingan bahkan diduga bertukar kebudayaan. tapi gak ada bukti kalau mereka pernah menghasilkan keturunan bersama. sampai akhirnanya neandhertal punah. kelompok homo sapiens ini yang berperan penting atas populasi homo sapiens di eropa mulau dari turki, spanyol, jerman sampai irlandia (tiba di irlandia sekitar 25.000 tahun yang lalu). dan kenapa mereka jadi berkulit putih? ini karena proses adaptasi dengan iklim, sinar matahari di daratan eropa lebih lemah dari pada di afrika atau asia.

lalu kita ke china, di film ini gak ditunjukin bukti mendukung untuk teori out of africa yang ditemukan di china. dan ada perbedaan pendapat juga dengan scientist di china: kalau mereka gak percaya dengan teori out of africa. mereka meyakini kalau ras mereka berasal dari leluhur yang berbeda dengan manusia lainnya. tapi pernyataan tersebut terpatahkan dengan bukti genetis yang diteliti kalau ras china pun punya kesamaan kode DNA dengan leluhur yang berasal dari afrika. tapi ada pertanyaan menarik: kenapa mereka punya wajah yang beda?

jawabannya: dalam satu populasi besar, sangat mungkin akan ada lahirnya sebuah gen yang unik (katakanlah 'narrower eyes gene'), dan bila gen tersebut dianggap menarik oleh populasi. spesies yang memiliki gen tersebut akan memiliki keturunan dan mewariskan ke generasi berikutnya. dan pada akhirnya lestari dan menyebar luas. oh ya, di china ini juga mulai dikenal sistem bercocok tanam yaitu tanaman padi.

sampailah kita pada kelompok kecil yang sampai ke malaysia, dari malaysia kelompok ini memanfaatkan indonesia sebagai jalur migrasi yang berakhir di australia. kerangka homo sapiens yang ditemukan berusia tidak lebih dari 10.000 tahun. melalui flores, kelompok kecil ini menyebrang sampai australia. perjalanan pun selesai. setiap kelompok yang tersebar di seluruh penjuru dunia beradaptasi dengan kondisi lingkungan dan geografis yang berbeda-beda sehingga melahirkan kebudayaan yang berbeda pula.

***

teori out of africa ini ada satu dari sekian teori yang muncul mengenai asal-usul manusia. teori ini dianggap yang paling mungkin terjadi dan bisa diterima. walaupun begitu masih banyak pertanyaan yang belum terjawab dari teori ini. lalu, gimana bisa teori ini bisa membawa kita ke kesimpulan yang benar? bisa jadi malah sebaliknya?

mungkin jawabannya, bisa didasarkan pada kaidah seleksi alam darwin: bahwa dalam populasi organisme akan ada keragaman secara genetis dan perkembangan berbagai individu. perbedaan-perbedaan itu berarti bahwa sebagian individu akan lebih mampu menarik kesimpulan yang benar mengenai dunia sekitar mereka dan bertindak sesuai kesimpulan tersebut. individu-indivitu itu akan lebih mungkin bertahan hidup, lestari dan berkembang biak, sehinga pola prilaku dan pola pikir (kemampuan bernalar) mereka akan lebih unggul dan semakin unggul. 

yang pasti sains akan selalu dinamis, dan akan selalu berkembang. gagasan-gagasan mengenai teori sains yang sudah disebutkan menganggap kita adalah sosok rasional yang bebas mengamati alam semesta sebagaimana kita kehendaki dan mengambil kesimpulan logis berdasarkan apa yang kita lihat (stephen hawking, dalam buku brief history of time).

***

the differences between us all are really just superficial. We are all members of a young species that goes back less than 200.000 years, and we are surprisingly closely related. this is the story that has emerged from the study of stones, bones and our genes. that wherever we've ended all up all over the world, we are africans under the skin. and uncovering that story, retracing the steps of our ancestors, has given us profound sense of our common humanity, our shared past and our shared futures (alice roberts).

[Review]: We Are All Africans (1)

where do you come from?
how did the first human become you?

dua pertanyaan fundamental yang mengawali film dokumenter perjalanan alice roberts, seorang anatomis dan juga antropologis dalam mencari jawaban atas dua pertanyaan tersebut. film dengan judul 'the incredible human journey' yang diproduksi oleh BBC tahun 2009. film ini me-representasikan sebuah teori yang disebut: teori out of africa. dan tulisan ini adalah review dari film tersebut.

***

awalnya teori out of africa adalah sebuah konsep yang dikemukakan oleh charles darwin sehubungan dengan teori evolusinya yang menyatakan kalau manusia merupakan evolusi dari kera yang ada di afrika yang ditulisnya dalam buku 'the descent of men'. mengingat di afrika terdapat populasi simpanse dan gorila. btw, kode DNA manusia dengan simpanse itu punya kemiripan sampe 94% loh. sampai buku ini terbit, teori evolusi dan out of africa yang dicetus darwin masih sebatas spekulasi, sampai akhirnya semakin kuat dengan ditemukan beberapa fosil manusia purba di daratan afrika beberapa puluh tahun kemudian (bimbie.com).

prinsip dari teori out of africa ini adalah merunut kejadian atau kronologis persebaran manusia modern (homo sapiens) yang dimulai di afrika sampai menyebar ke seluruh penjuru dunia. kronologis yang dibuat berdasar data-data usia kerangka yang ditemukan dengan metode sisa karbon (carbon dating) dan kode DNA. dari kronologis tersebut ternyata mengindikasikan sebua alur yang berurutan bagaimana homo sapiens tersebar.

dalam teori ini juga mengungkapkan kalau manusia melakukan imigrasi bukan karena paksaan atau terusir dari afrika, melainkan karena proses adaptasi, mengambil kesempatan yang dapat menguntungkan bagi dirinya dan kelompoknya. dalam prosesnya perubahan secara anatomis maupun psikologis pun berkembang. seperti bentuk tubuh yang bertambah besar dan juga kehidupan sebagai mahluk sosial pun terbentuk. perubahan-peruahan tersebut tidak sebentar, membutuhkan waktu ratusan ribu tahun untuk menjadi seperti sekarang.

di film dokumenter ini, diawali dengan penemuan kerangka manusia modern (homo sapiens) yang ditemukan di sungai omo, desa kibish, ethiopia. kerangka manusia modern pertama ini berusia 200.000 tahun.

dalam kelompk-kelompok kecil, homo sapiens diperkirakan mulai menyebar 120.000 tahun yang lalu ke arah selatan afrika. dan 100.000 tahun yang lalu mulai keluar afrika menuju israel melewati padang sahara, yang katanya pada saat itu gurun sahara masih merupakan 'sunny green field'. tapi sayang, di israel homo sapiens gagal melajutkan hidup. tidak ada bukti yang menunjukan perjalan berlanjut setelah dari israel. tapi ada satu hal yang menarik di israel ini. 10 fosil yang ditemukan menunjukan sudah adanya ritual penguburan. bahkan diduga kelompok ini sudah memiliki kepercayaan akan kehidupan setelah mati.

70.000 tahun yang lalu kelompok lainnya keluar dari afrika menyebrang laut merah menuju yaman dan negara timur tengah lainnya. kelompok inilah yang berperan penting tersebarnya homo sapiens ke seluruh penjuru dunia. setelah itu kelompok ini juga terbagi dalam kelompok kecil, ada yang menyebar ke siberia, turki, china dan india sampai malaysia.

di siberia ditemukan fosil yang menunjukan kalau 40.000 tahun yang lalu dataran tersebut sudah ditempati oleh kelompok homo sapiens. dalam film ini, sebuah suku, suku evenki namanya, diduga memiliki kebiasaan yang gak jauh beda dengan kelompok homo sapiens 40.000 tahun yang lalu. seperti sudah melakukan domestifikasi hewan liar dan hidup secara nomaden. kelompok ini juga yang sangat mungkin mempengaruhi populasi homo sapiens yang berada di kanada, amerika sampai ke brazil dan chili (tiba di amerika sekitar 13.500 tahun yang lalu).

...

Sabtu, 31 Januari 2015

Manusia, Anjing, Monyet dan Babi

gak banyak yang mau sadar tentang siapa diri kita sebenernya, ya, kalau ditanya 'siapa atau apa kamu?' dengan bangga, sederhana dijawab: aku manusia. kemarin temenku ada yang marah karena merasa dihina: 'dasar binatang!'. mungkin kalau sari sisi humanis, aku pun marah dibilang gitu. tapi kalau mau diliat dari arah yang beda. mungkin emang bener, kalau kita itu sebenernya binatang, ya sama kaya anjing, monyet dan babi.

aku tunjukin urutan taksonomi manusia dari kingdom sampe spesies. mungkin banyak dari kamu yang gak peduli dan gak mau tau tentang ini.

factophile.com

mulai dari kingdom: animalia. artinya punya ciri eukaryotik. punya banyak sel dan gak punya klorofil, dan bisa bergerak. sama kaya anjing, monyet dan babi, gak sama kaya pohon cemara. filum: chordata, sebenernya dibagi lagi, manusia masuk ke sub-filum: vertebrata, artinya kita yang punya tulang belakang, sama kaya anjing, monyet dan babi, gak sama kaya belalang. terus masuk ke kelas: mamalia. aih, kita masih sama-sama menyusui dan melahirkan mirip kaya anjing, monyet dan babi. jelas beda sama burung kutilang.

selanjutnya kita masuk ke ordo: primata.yang masuk kelompok ini yang punya lima jari dan bentuk gigi yang sama. mirip sama monyet, simpanse dan gorila, jelas beda sama onta. famili: hominoidea atau juga disebut hominid. suku kita itu suku primata, tapi keluarga kita, iya, keluarga kita itu hominid atau kera besar yang punya prilaku sosial kompleks, mirip sama manusia dan jelas beda sama rumput gajah. 

nah, masuk ke genus: homo. ini bukan homo yang di film porno (homoseksual). homo disini berarti manusia, dan yang bedain sama simpanse (yang sama-sama homo) adalah otaknya. otak manusia lebih gede dari simpanse, kita lebih pinter. sampe ke yang terakhir, spesies: sapiens. tau artinya apa? bisa cerdas, bisa bijaksana. ini nih yang gak bisa samain manusia sama mahluk hidup lainnya. kalau kata orang, kita binatang yang bisa mikir.

biologimediacentre.com

tingkat taksonomi dari kingdom sampe ke famili, manusia masih mirip binatang anjing, monyet dan babi. tapi paling mirip sama monyet, sama-sama homo (genus). aku tunjukin lagi kemiripan kita sama binatang. liat gambar diatas. kita jangan nutup diri deh kalau di fase pertama embrio manusia itu, masih sulit dibedain sama embrio ikan, burung, dan babi. dari fase ke dua mulai bisa bedain, tapi embrio manusia hampir mirip dengan babi.

ya, akhirnya kita gak boleh nutup mata kalau kita emang binatang. yang bedain itu kalau kita binatang yang bisa mikir, yang bisa beri makna untuk hidupnya. kalau binatang lain gak lebih, cuman untuk makan, punya anak sama bertahan hidup. itu naluri namanya. kesimpulannya, kita sebagai mahluk unggul gak boleh sombong atau lupa kalau kita sama-sama bertulang belakang seperti anjing, sama-sama melahirkan seperti monyet, dan sama-sama menyusui seperti babi. 

logika sih mestinya kita lebih marah kalau dihina mirip kingdom plantae (pohon): 'dasar lo pohon cemara!' iya, karena hubungan saudara kita dengan pohon sangat jauh dari pada hubungan kita sama anjing dan babi, apalagi sama monyet!

anyway, saudara terdekat kita, simpanse, orang utan dan primata lainnya banyak yang terancam punah. kita usaha lindungi yuk?